pintu mu terhalang oleh kumis tebal bapak mu
dengan muka sangarnya menyambar bak halilintar
sedang yang ku punya hanya beberapa helai jenggot yang tak mampu menandinginya
kunci hati mu terhalang dinding tebal mata acuh bapak mu
dengan senyum sinis seolah menusuk jantung ku yang tipis
bagaimana bisa aku datang lalu membawa mu
seakan-akan aku akan mencuri sang putri kesayangan dari tangan raja yang perkasa
aduhai alangkah beratnya langkah ini membawa mu pergi
mestinya aku pergi ke sarang penyamun tua,
lalu bertanya bagaimana cara mencuri mu
atau tidak, lebih baik aku datang kepada penasehat raja mu
mencoba bermusyawarah dengan sebaik-baiknya kalimat
dengan kerendahan diri dan fakir ilmu
menawarkan harta dunia yang tak seberapa
lalu segera membawa mu...
tapi.. mungkinkah? dengan mudah nya....
ahh rasanya patut di coba
sebelum terlambat nantinya...
aku akan menjadi singa di hadapan raja mu
namun alangkah terkejutnya aku,
ketika tahu beliau punya sebilah pecut dan pedang yang siap menghujam dada ku
aku akan menjadi bintang ketika menatap raja mu
namun tetap saja,
sinar matahari di raut wajah sang raja tak mampu ku tandingi
lalu ku coba membawa senjata lidah
syair yang indah
ku yakin ini akan berguna nantinya,
melumpuhkan hati sang raja
oh tidak.. ternyata di tangan kanannya ada segudang kitab
dan di tangan kirinya ada para penasehat
lalu aku pun kembali kerumah penuh duka
dengan cara apalagi duhai putri agar aku bisa membawa mu pergi? ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar